Ambang Batas Paparan Saat Bekerja

19:00 Add Comment

Ambang batas adalah nilai konsentrasi bahan dimana seseorang pekerja boleh terpapar selama 8 jam kerja perhari tanpa mengalami gangguan kesehatan.
Paparan adalah suatu kondisi dimana seorang pekerja melakukan pekerjaan dengan kontak secara langsung dengan suatu bahan / keadaan yang mempunyai karakteristik mampu menimbulkan bahaya ( hazard ).  Pekerjaan yang mimiliki ambang batas paparan yang melebihi dari baku mutu akan sangat beresiko menimbulkan penyakit akibat kerja. Penyakit akibat kerja (PAK) ini mempunyai karakteristik :
a.     Ada hubungan sebab akibat.
b.    Penderita lebih dari 1 orang dalam satu kelompok.
c.     Ada waktu paparan.
d.    Terbukti secara epidemilogi
e.     Faktor kerja menjadi penyebab utama
Oleh karena itu perlu dilaksanakan identifikasi bahaya dan penilaian resiko. Identifikasi bahaya dilaksanakan pada waktu internal audit berlangsung di area kerja dan aktifitas pekerjaan, dan kunci penting yang perlu diperhatikan dalam identifikasi bahaya adalah :
a.     Jenis pekerjaan
b.    Intensitas pekerjaan
c.     Resiko bahaya yang mungkin timbul
d.    Jumlah pekerja yang melakukan pekerjaan

Sedangkan dalam penilaian resiko yang perlu diperhatikan adalah :
a.     Lama waktu melakukan pekerjaan dan kemungkinan timbulnya  penyakit akibat pekerjaan yang dilakukan.
b.    Tingkat keparahan yang ditimbulkan oleh penyakit akibat kerja kepada karyawan. 
c.     Jumlah karyawan yang menjadi korban, jika timbul penyakit akibat kerja.

Secara umum, karyawan yang bekerja memiliki resiko untuk terpapar dengan lingkungan kerjanya. Adapun jenis – jenis paparan tersebut meliputi :
1. FISIK, meliputi :
a.     Suhu ( Panas / Dingin )
b.    Kelembaban
c.     Penerangan
d.    Bising
e.     Getaran
f.     Elektromagnetik
2. BIOLOGI, meliputi :
a.     Jamur
b.    Bacteri
c.     Virus
d.    Parasit
3. KIMIA, meliputi :
a.     Debu
b.    Solvent
c.     Asam / Basa
d.    Corrosive
4. ERGONOMI, meliputi :
a.     Alat kerja
b.    Tempat duduk
c.     Sikap kerja
d.    Design tempat

5. PSYCHOSOSIAL, meliputi :
a.     Aktivitas Sosial
b.    Hubungan Interpersonal
c.     Jaminan Sosial

Secara umum ambang batas paparan saat bekerja yang boleh diterima oleh karyawan selama melakukan pekerjaan adalah selama 8 jam perhari atau 40 jam seminggu, apabila ternyata karyawan bekerja lebih dari 8 jam perhari maka batas paparan tersebut harus disesuaikan guna menghindari karyawan terkena overexposure. Adapun penanganan ambang batas meliputi :
a.     Batas paparan di tempat kerja dicantumkan di dalam MSDS.
b.    Identifikasi bahan yang secara potensial berbahaya jika didekati atau dipergunakan.
c.     Membuat resume bagaimana bahan berbahaya tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia, misal : tertelan, lewat pernafasan.
d.    Identifikasi dampak potensial negative pada hasil manusia.
e.     Melakukan pemeriksaan lingkungan kerja
f.     Mengkaji daur kerja
g.    Kontrol di area kerja tersebut
h.     Observasi dan bau
i.      Keluhan karyawan yang melakukan pekerjaan.
j.      Hasil sampling udara
k.     Identifikasi dari karyawan yang terpapar dan tingkat keparahannya.
l.      Menentukan tingkat resiko paparan atas kesehatan karyawan.

Sedangkan Karyawan yang melakukan pekerjaan dengan resiko terpapar diberikan pelatihan yang meliputi :
a.     Potensi bahaya dan sumber pencemaran di tempat kerja.
b.    Resiko terhadap kesehatan ( baik akut, parah maupun kronis).
c.     Langkah – langkah control dan cara penggunaan yang benar
d.    Batas keselamatan kerja atas perangkat dan fasilitas
e.     Pengaturan tempat kerja yang benar dan kebersihan personal.
f.     Hasil dari monitoring
g.    Prosedur karyawan mengajukan keberatan / keluhan
h.     Prosedur pelepasan darurat bahan kimia.


Bahaya Asbestos

01:03 Add Comment



Asbestos atau yang biasa disebut asbes merupakan bahan yang sudah mulai dilarang dalam penggunaannya dibeberapa Negara. Asbestos merupakan mineral metamorfis berfiber.
Bahan yang mengandung serat asbes beresiko menimbulkan penyakit kanker dan paru – paru apabila terhirup, apabila bahan yang mengandung asbes potensial untuk menimbulkan debu maka pekerja yang bekerja di area tersebut atau penghuni wajib menggunakan respirator guna mencegah kemungkinan terjadinya penyakit akibat kerja. Dalam lingkungan rumah tangga, asbestos banyak dijumpai dalam bentuk atap yang terbuat dari asbes.  Penggunaan fiberglas sebagai pengganti sangat cocok untuk mengisolasi panas dan fiber keramik tenun sama baiknya mengisolasi panas.

Adapun langkah-langkah atau prosedur penanganan asbestos atau asbes sebagai berikut :
  1. Pengecekan secara rutin area kerja yang mengandung asbes, apabila ternyata asbes dalam kondisi yang rapuh maka segera ganti asbes untuk menghindari debu asbes di area kerja.
  2. Asbes yang rapuh diganti dengan bahan yang tidak mengandung asbes, contoh : isolator pada pipa boiler diganti dengan menggunakan glasswool.
  3. Hindari menggunakan serok sampah atau sapu pada waktu proses pembersihan penggantian asbes, guna menghindari penyebaran asbes ke area kerja lain.
  4. Petugas pengganti asbes wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) respirator
  5. Sedangkan limbah asbes dapat disimpan:

a.     Disimpan dalam plastic atau tempat tertutup.
b.    Tempat penyimpanan diberi label
c.     Dapat disimpan maksimal 90 hari
d.    Dibuang ke tempat pengolahan limbah berbahaya.


Jenis Alat Pelindung Diri

22:27 Add Comment



Alat pelindung diri atau APD adalah peralatan yang digunakan untuk melindungi diri karyawan dari resiko bahaya alat/mesin yang digunakan. Siapa sebenarnya yang harus memakai alat pelindung diri (APD)? Dan berikut jenis alat pelindung diri (APD) yang harus di pakai karyawan.
Pelindung pernafasan
Jenis alat pelindung diri (APD) ini dipakai untuk karyawan  :
1.     Pekerja yang bekerja diarea banyak debu
2.     Pekerja yang bekerja dengan bahan kimia
3.     Pekerja yang bekerja berhubungan dengan medis
4.     Pekerja yang mempunyai penyakit menular pada pernapasan (fludll)

Sarung Tangan
Jenis alat pelindung diri (APD) ini dipakai untuk karyawan :
1.     Pekerja yang bekerja dengan pembersihan
2.     Pekerja yang bekerja memotong menggunakan pisau ( band knife)
3.     Pekerja yang bekerja berhubungan dengan medis

Pelindung pendengaran / Penutup telinga (ear plug, ear muff)
Standard maksimalkebisingan: 85 db
Jenis alat pelindung diri (APD) ini dipakai untuk karyawan : 
1.     Pekerja yang bekerja dengan kebisingan (boiler, cutting manual,embroidery, snap manual dll)
2.     Pekerja yang bekerja di dalam suhu ruangan yang rendah

Alat pelindung mata
Jenis alat pelindung diri (APD) ini dipakai untuk karyawan :
1.     Pekerjayang bekerja dengan las listrik
2.     Pekerjayang bekerja dengan bahan kimia
3.     Pekerjayang mempunyai penyakit menular pada mata

Apron / Celemek
Yang harus menggunakan apron atau celemek yaitu karryawan yang bekerja menggunakan bahan kimia atau bekerja di spot cleaning, washing, painting

Pelindung Kepala (Helm)
Karyawan yang harus memakai helm adalah Pekerja yang bekerja dengan kemungkinan tertimpa jatuhan barang/material (konstruksi, warehouse)

Pelindung Kaki (Safety Shoes)
Karyawan yang harus memakai safety shoes yaitu karyawan bagian listrik dan mekanik

Penyakit Menular Lewat Darah

05:02 Add Comment


Penyakit menular melalui darah atau biasa disebut Bloodborne Pathogens adalah penyakit yang bisa ditularkan melalui darah, cairan tubuh, sekreta, seperti jarum suntik bekas penderita yang dicurigai mengidap penyakit seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV-AIDS

Orang yang rentan terkena penyakit menular lewat darah (Bloodborne Pathogens) yaitu tenaga medis, dokter maupun perawat, tetapi tidak menutup kemungkinan menular terhadap orang biasa.

Darah merupakan salah satu media dalam menularkan penyakit, sehingga kita sepatutnya waspada dan menjaga diri dari penularan penyakit lewat darah. Darah atau cairan tubuh yang keluar dari orang yang dicurigai mengidap penyakit seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV-AIDS dapat


Metode penularan yaitu biasanya terjadi karena paparan, percikan maupun kontak langsung dengan darah orang yang dicurigai mengidap penyakit. Paparan ini bisa terjadi bila kita tertusuk jarum suntik bekas, transfusi darah, operasi maupun perawatan luka bagi orang yang mengidap penyakit sehingga kita secara langsung kontak dengan darah. Apabila kita mempunyai luka meskipun kecil dan kemudian terpapar darah orang lain patut kita waspadai mengenai penularan penyakit lewat darah atau Bloodborne Pathogens

Manfaat Air Putih

23:54 Add Comment

Dalam kehidupan sehari hari, minum merupakan kebutuhan pokok bagi manusia, orang mungkin bisa bertahan hidup selama 7 hari tanpa makan, tetapi sangatlah mustahil orang dapat bertahan hidup selama 7 hari tanpa minum. Jika kita hidup disiplin dan rutin dalam mengkonsumsi air putih, maka tubuh akan makin sehat, dikarenakan dua pertiga tubuh manusia merupakan cairan. Bila kekurangan minum air maka tubuh akan menjadi kaku, pinggang menjadi sakit, badan terasa panas dan resiko penyakit ginjal pun akan menjadi tinggi. Dan berikut manfaat air putih dan waktu yang tepat dalam mengkonsumsi air putih.

  1. Minum 2 gelas air putih setelah bangun tidur dapat membersihkan organ-organ dalam tubuh
  2. Minum air putih dingin setelah bangun tidur lebih efisien mencegah rasa kantuk dari pada meminum segelas kopi.
  3. Minum segelas air putih 30 menit sebelum makan dapat membantu funngsi pencernaan dan ginjal.
  4. Minum segelas air putih sebelum makan malam dapat mencegah kegemukan.
  5. Minum segelas air putih sebelum mandi dapat menurunkan gejala tekanan darah tinggi.
  6. Minum segelas air putih sebelum tidur dapat mencegah stroke dan serangan jantung.
  7. Minum air sebanyak 3 sampai 4 liter atau delapan gelas sehari tujuannya untuk membantu peredaran darah dan memperbaiki metabolisme tubuh.

Diatas merupakan manfaat air putih dan waktu yang tepat dalam mengkonsumsi air putih, jika ada tambahan manfaat air putih, silahkan di share disini.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *